Bisnis ,Kamundanfm.com – Chief Executive Officer (CEO) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa investor asal Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi global (global bond) perdana milik Danantara Indonesia. Tingginya minat investor asing tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pasar internasional masih menaruh kepercayaan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Danantara sebelumnya menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26 triliun. Awalnya lembaga investasi milik pemerintah itu hanya menargetkan penghimpunan dana sebesar US$1 miliar. Namun tingginya permintaan investor membuat nilai penerbitan ditingkatkan menjadi US$1,5 miliar.

Menurut Rosan, antusiasme investor terlihat dari proses bookbuilding yang mencapai sekitar US$4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat nilai obligasi yang akhirnya diterbitkan. Capaian tersebut diperoleh setelah tim Danantara melakukan roadshow ke berbagai pusat keuangan dunia, termasuk Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York, serta bertemu sekitar 122 investor global.

“Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap tinggi dan nyata,” ujar Rosan dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Investor AS Mendominasi

Yang menarik, komposisi investor pada penerbitan obligasi kali ini berbeda dari tren sebelumnya. Untuk obligasi tenor lima tahun, investor asal Amerika Serikat menguasai sekitar 38 persen pembelian, sementara investor dari Eropa dan Timur Tengah mencapai 41 persen, serta Asia 21 persen. Sedangkan pada tenor 10 tahun, investor Amerika Serikat mendominasi hingga 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia 17 persen.

Rosan mengatakan kondisi tersebut cukup unik karena selama ini surat utang Indonesia umumnya lebih banyak diminati investor Asia. Namun dalam penerbitan global bond Danantara, justru investor Amerika Serikat tampil sebagai pembeli terbesar.

Yield Kompetitif

Selain berhasil menarik minat investor global, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil (yield) yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan sejumlah pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan Danantara harus menawarkan yield di atas 6 persen akibat kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

Keberhasilan memperoleh yield yang relatif rendah menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai lembaga investasi strategis nasional.

Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional

Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi internasional. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung investasi dan pengelolaan portofolio strategis Danantara di berbagai sektor prioritas nasional.

Melihat besarnya minat pasar, Rosan bahkan membuka peluang penerbitan obligasi dengan tenor lebih panjang hingga 30 tahun pada masa mendatang. Menurutnya, investor global melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil meski dunia menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang kompleks.

Fakta Singkat Global Bond Danantara

  • Nilai penerbitan: US$1,5 miliar
  • Target awal: US$1 miliar
  • Permintaan investor: US$4,6 miliar
  • Tenor: 5 tahun dan 10 tahun
  • Yield: 5,35% dan 5,95%
  • Investor terbesar: Amerika Serikat
  • Dana masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian, Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi investor internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *