Presiden Prabowo Subianto hadiri acara doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). (BeritaNasional/YouTube PWNU)

Kamundanfm.com–Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro sebagai pelengkap program Waste to Energy yang sudah berjalan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, Presiden meminta inovasi yang telah dikembangkan sejumlah perguruan tinggi segera dipercepat penerapannya.

“Jadi Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian kepada awak media.

Menurut dia, beberapa teknologi tersebut sebenarnya sudah siap diuji coba dan tinggal dipercepat implementasinya di daerah. Nantinya, pengembangan akan dilakukan terintegrasi bersama Danantara agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.

Pemerintah juga memastikan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama. Kemendiktisaintek akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) agar teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif.

Rapat lanjutan pun segera digelar melibatkan LH, Danantara, dan pemerintah daerah guna memperluas implementasi. “Jadi kita akan segera lakukan rapat dengan LH, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal, sehingga standarnya juga lebih baik. Dan juga tadi dengan Pemda, kita akan segera uji coba di beberapa kota dan ini harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu tentu Waste to Energy yang sedang dijalankan Danantara berjalan,” tutur Brian.

Targetnya, uji coba dimulai tahun ini di sejumlah kelurahan dengan kapasitas sekitar 10 ton sampah per hari. “Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kita coba atasi,” jelasnya.

Berbeda dengan Waste to Energy yang menghasilkan listrik, teknologi mikro ini difokuskan pada pengolahan sampah menjadi material turunan. “Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya,” pungkas Brian.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif, berbasis inovasi kampus dan kolaborasi lintas sektor, demi mempercepat terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *