KAMUNDANFM.COM, LANNY JAYA – Intelektual muda Lany Jaya Nioluen Kotouki meminta pemerintah daerah setempat membantu mengungkap kematian Pendite Weya (18) yang tewas saat mencari kelapa hutan di Kampung Wunabunggu Distrik Malagai pada Sabtu (6/5/2026).
“Kami minta Pemerintah Lany Jaya tidak hanya hadir di tengah keluarga korban untuk memberi sumbangan bantuan bahan makanan (Bama) semata, tetapi keluhan masyarakat yang sangat penting adalah pemerintah dapat membantu mengungkap pelaku yang diduga telah memasang BOM di tempat aktivitas warga,” kata Nioluen Kotouki dalam siaran persnya, Selasa (9/6/2026).
Dikatakannya, tempat kejadian tewasnya Pendite Weya (18) merupakan dusun dan hutan korban secara turun temurun yang diwariskan leluhur mereka.
“Kami menilai kematian Pendite Weya merupakan tindakan pelanggaran HAM berat,” tegas mantan anggota DPR Papua tersebut.
Oleh sebab itu, Nioluen Kotouki mendesak bupati dan DPRD Lanny Jaya untuk membantu keluarga korban mengusut pelaku yang menyebabkan tewasnya Pendite Weya, agar dapat diproses setimpal sesuai hukum yang berlaku di negara ini.
Tak hanya itu, Nioluen juga meminta Presiden Prabowo mengevaluasi Markas Komando Operasi (Koops) TNI Habema yang dipusatkan di wilayah Papua dengan daerah operasi mencakup enam provinsi di Tanah Papua.
Sebab sambung dia, sejak kehadiran POS TNI DI Wunabunggu Distrik Malagai Lanny Jaya, aktivitas warga yang mata pencaharian ke hutan sejak jaman dahulu telah terjadi ketegangan.
“Kondisi seperti ini dibutuhkan perhatian pemerintah agar memberi keamanan, kenyamanan bagi masyarakat setempat agar masyarakat tidak terusik dari tanah dan tempat mereka sendiri,” pungkasnya.
(RED)
