JAYAPURA, KamundanFM.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) kembali mengungkap jaringan pemasok senjata api dan amunisi yang diduga menyuplai kebutuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan. Seorang pria berinisial YK (52) ditangkap di Kabupaten Sarmi karena diduga berperan sebagai penyalur senjata kepada kelompok bersenjata tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan YK ditangkap pada Sabtu (7/6) sekitar pukul 13.16 WIT di kawasan Pasar Sentral Sarmi setelah aparat menerima informasi mengenai keberadaannya.
“Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan jaringan pemasok senjata dan amunisi yang selama ini menyuplai kebutuhan kelompok bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo,” ujar Yusuf di Jayapura, Minggu (8/6).
Menurutnya, pengungkapan jaringan tersebut telah berlangsung sejak Maret 2026. Dalam proses penyidikan, aparat berhasil mengidentifikasi sejumlah pihak yang memiliki peran berbeda dalam rantai distribusi senjata, mulai dari penyandang dana, pembeli, penyedia amunisi hingga perantara transaksi.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa YK diduga pernah menerima satu pucuk senjata api beserta amunisi yang dibawa oleh seorang pria berinisial B pada awal Maret lalu di kediamannya di kawasan Argapura, Kota Jayapura.
Senjata dan amunisi tersebut kemudian diduga disalurkan kepada sejumlah pihak yang selanjutnya melakukan transaksi dengan kelompok bersenjata yang dipimpin Simeon Payage.
Usai ditangkap, YK langsung dibawa ke Mapolres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan pemasokan senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata di Papua.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, uang tunai dalam berbagai pecahan serta sejumlah barang pribadi lainnya yang akan digunakan untuk kepentingan penyidikan.
Dari hasil pengembangan kasus hingga awal Juni 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz telah menetapkan sedikitnya 12 orang sebagai tersangka dalam perkara jaringan pemasokan senjata dan amunisi tersebut.
Tak hanya itu, aparat juga berhasil menyita berbagai barang bukti penting, antara lain 298 butir amunisi, empat magazen senapan SS1, satu pucuk senjata api rakitan serta enam laras senjata api peninggalan Perang Dunia yang ditemukan dalam kondisi berkarat dan tanpa popor.
Satgas Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan pemasok senjata ilegal yang menjadi salah satu sumber kekuatan kelompok bersenjata di Papua. Aparat juga berkomitmen memperkuat pengawasan guna mencegah masuknya senjata dan amunisi ilegal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua.
Pewarta: ANTARA
Editor: KamundanFM.com
