Kamundanfm.com – Aksi blokade jalan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kompleks Maskeri, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, pada Senin (2/6/2026) sekitar pukul 16.40 WIT. Aksi tersebut dilakukan oleh keluarga korban menyusul kasus pengeroyokan yang diduga dipicu persoalan asmara dan berujung pada meninggalnya seorang pria berinisial AK (29).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari dugaan rasa cemburu seorang pria berinisial MS (31) terhadap hubungan AK dengan seorang perempuan berinisial OS (30). AK disebut sering bertemu dengan OS, yang kemudian diduga menimbulkan anggapan adanya hubungan khusus di antara keduanya.
Diduga karena dilatarbelakangi rasa cemburu, MS menghubungi dan mengajak tiga rekannya untuk mendatangi rumah OS. Setibanya di lokasi, keempat terduga pelaku diduga melakukan pengeroyokan terhadap AK menggunakan balok kayu.

Akibat kejadian tersebut, AK mengalami sejumlah luka lebam pada bagian perut dan kondisi kesehatannya terus menurun. Selain melakukan pengeroyokan, para terduga pelaku juga diduga melakukan perusakan terhadap rumah serta jendela milik OS.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dimara untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun pada Selasa (3/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIT, pihak rumah sakit menyatakan AK meninggal dunia. Korban diduga meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam peristiwa pengeroyokan tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Kota, AKP Hanni, S.H., mengimbau keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengimbau keluarga korban untuk menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang agar berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengingatkan bahwa aksi blokade jalan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak pada ketertiban umum,” ujar AKP Hanni.
Meski demikian, keluarga korban yang tidak puas atas peristiwa tersebut menggelar aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas di lokasi kejadian. Massa juga dilaporkan melakukan pembakaran sebuah honai yang disebut milik salah satu terduga pelaku.
Pihak kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan berhasil mengendalikan situasi. Polisi juga telah mengamankan para terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Setelah mendapat penjelasan dari aparat kepolisian, massa akhirnya membubarkan diri. Situasi di lokasi aksi blokade terpantau aman dan terkendali, sementara arus lalu lintas kembali berjalan normal seperti biasa.
