MANOKWARI, KamundanFM.com – Sebanyak 36 orang yang terdiri dari Frengky Muuk/Orocomna selaku Ketua Pangkowip I Batalyon Ofir dan Batalyon Sair Kodap IV Sorong Raya beserta anggota dan keluarganya menyatakan ikrar setia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah upacara resmi yang digelar di Lapangan Apel Makodam XVIII/Kasuari, Jalan Arfai II, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.46 WIT hingga selesai tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, dan dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai instansi terkait.
Momentum ikrar setia ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan mempercepat proses rekonsiliasi di wilayah Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni dan Sorong Raya.
Dihadiri Pejabat TNI-Polri dan Pemerintah Daerah
Sejumlah pejabat tinggi hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Ketua MRP Papua Barat Judson Ferdinandus Waprak, Ketua DPRD Papua Barat Orgenes Wonggor, Irwasda Polda Papua Barat Kombes Pol Subandi,Brigjen TNI Sri Widodo
Turut hadir pula Bupati Teluk Bintuni , Kepala Kesbangpol Papua Barat , Kabinda Papua Barat , serta para pejabat Kodam XVIII/Kasuari , Kogabwilhan III. dan Bais TNI-AD
Proses Ikrar dan Pelepasan Atribut Kelompok
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan upacara ,dilakukan prosesi pelepasan atribut kelompok yang selama ini melekat pada para anggota.Sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan NKRI, dilakukan penyematan lambang Merah Putih kepada seluruh peserta yang menyatakan diri kembali setia kepada negara.
Frengky Muuk/Orocomna bersama anggota kelompoknya membacakan ikrar setia kepada NKRI yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen terhadap bangsa dan negara. dirertai penyerahan Senjata dan Peralatan .
Dalam kegiatan tersebut, kelompok yang dipimpin Frengky Muuk/Orocomna juga menyerahkan sejumlah material yang selama ini mereka kuasai, yakni:
1 pucuk senjata SS1-V3;
4 pucuk senapan tabung;
1 pucuk senapan Arisaka 38;
7 bilah parang.
Dalam arahannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kembali kepada seluruh mantan anggota OPM beserta keluarga mereka yang telah memutuskan kembali ke NKRI.
“Kita telah sama-sama mendengarkan dengan suara lantang mereka mengucapkan ikrar janji setia kepada NKRI. Ini menandakan langkah awal yang baik untuk kembali merajut masa depan di dalam bingkai negara kesatuan,” ujar Letjen TNI Lucky.
Letjen TNI Lucky mengungkapkan bahwa selama ini mereka kerap mengalami tekanan dan ancaman dari kelompok OPM di kampung-kampung tempat tinggal mereka.
“Mereka menceritakan bagaimana OPM menebar teror dan ketakutan, bahkan bertindak keji terhadap masyarakat sipil maupun aparat keamanan yang tidak bersalah,” ungkapnya.
Menurutnya, TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah melakukan pendekatan humanis dan persuasif untuk mendorong masyarakat yang sebelumnya bergabung dengan OPM agar kembali ke NKRI.
Pendekatan tersebut membawa hasil, ditandai dengan kembalinya puluhan warga beserta keluarga mereka pada hari ini.
Letjen TNI Lucky juga mengimbau warga Papua lainnya yang saat ini masih berada di dalam hutan atau gunung agar tidak ragu untuk menyusul langkah rekan-rekan mereka.
“Kalian yang ada di sini adalah saksi bahwa kami menerima dengan tangan terbuka. Nanti kalian akan hidup normal kembali seperti masyarakat lainnya. Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni juga sudah menyiapkan langkah tindak lanjut untuk masa depan kalian,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Letjen TNI Lucky menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam XVIII/Kasuari beserta jajaran yang terus aktif mengedepankan dialog tanpa pertumpahan darah.
Dalam upacara ini, turut diserahkan secara simbolis barang bukti berupa enam pucuk senjata api.
Salah satu di antaranya merupakan senjata organik milik aparat yang sempat digunakan kelompok OPM saat melakukan penyerangan terhadap kantor distrik dan aparat keamanan beberapa waktu lalu.
