Jayapura- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Papua terus menunjukkan tren peningkatan di mana per Desember 2025 tercatat sebanyak 128.249 orang atau naik 25.403 investor dibandingkan 2024 yakni 102.846 orang.

Kepala Wilayah Papua Bursa Efek Indonesia Perwakilan Papua, Kresna Payokwa mengatakan pertumbuhan tersebut setara dengan sekitar 24,7% secara tahunan (year-on-year).”Capaian itu mencerminkan semakin baik literasi dan inklusi pasar modal di Papua,” katanya di Papua, kemarin. (02/10/2026)

Menurut Kresna, pertumbuhan itu menunjukkan bahwa literasi dan inklusi pasar modal di Papua terus membaik dan masyarakat semakin memahami bahwa investasi bukan hanya milik kota besar, tetapi juga terbuka luas bagi masyarakat daerah.”Peningkatan jumlah investor tersebut tidak terlepas dari upaya edukasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan oleh kami bersama para pemangku kepentingan,” ujar dia.

Dia menjelaskan, terutama pada program literasi pasar modal yang digencarkan dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, sekolah pasar modal, serta pembukaan Galeri Investasi di kampus, sekolah, dan instansi pemerintah daerah. Selain itu, pemanfaatan kanal digital dinilai turut mendorong minat masyarakat untuk mulai berinvestasi. Akses informasi yang semakin mudah, termasuk pembukaan rekening efek secara daring, membuat masyarakat lebih percaya diri untuk mengenal dan menggunakan instrumen pasar modal.

Disampaikannya pula, memasuki 2026, BEI Papua menyampaikan optimisme terhadap prospek pertumbuhan investor pasar modal di Papua tetap terjaga. Dengan mengacu pada laju pertumbuhan tahun sebelumnya, jumlah investor diproyeksikan masih akan bertumbuh pada kisaran 20 hingga 25%.“Proyeksi ini didukung oleh penguatan program edukasi dan literasi pasar modal yang semakin masif, perluasan Galeri Investasi, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional,” ujar dia.

Sebagai informasi, PT Kustodian Sentral Efek Indoesia (KSEI) menargetkan penambahan 2 juta investor pasar modal untuk 2026. Pelaku pasar diharapkan terlibat untuk mencapai target tersebut,“Mudah-mudahan ini bisa kami capai. Tentunya ini sangat membutuhkan peran dari para pelaku pasar atau partisipasi baik dari sekuritas, bank kustodian, serta agen-agen penjual lainnya untuk menarik investor pasar modal Indonesia,” kata Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *