Pembuatan kompos dan biopori diharapkan dapat mendorong terciptanya desa sehat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

9KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) 2026 membekali warga masyarakat Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, dengan penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah organik serta pembuatan biopori.

Penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah serta pembuatan biopori sebagai upaya mewujudkan lingkungan bersih melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan penerapan teknologi ramah lingkungan.

Ketua Tim 11 Eksepedisi Patriot Unair, Dr.Corie Indria Prasasti, S.KM,M.Kes., mengungapkan pelatihan yang digelar pihaknya tersebut mengajarkan warga mengolah sampah organik menjadi kompos, serta memanfaatkan biopori untuk membantu penyerapan air kedalam tanah.

“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat,”ungkapnya usai kegiatan pelatihan di Aurmios, Sabtu (19/9).

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Corie, Tim Ekspedisi Patriot mendorong warga agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan desa.

“Warga dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, rumput, dan limbah organik lainnya, selama ini masih berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak dikelola dengan baik.”lanjutnya.

Dikatakan, sampah yang dibuang begitu saja dapat menumpuk, menimbulkan bau, menjadi tempat berkembangnya berbagai vektor penyakit, serta berpotensi mencemari lingkungan.

“Melalui pelatihan pembuatan kompos, masyarakat diperkenalkan pada cara mengubah sampah organik menjadi bahan yang memiliki nilai guna,”kata Corie.

Menurutnya, proses pengomposan menjadi salah satu solusi sederhana untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman di pekarangan rumah maupun kebun masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik bersama warga dan akan dilakukan pendampingan hingga kompos sudah dapat dipanen,”imbuh Corie.

Corie menyebutkan pendekatan praktik langsung diharapkan memudahkan masyarakat dalam memahami pembuatan kompos dan biopori serta meningkatkan kepercayaan diri warga untuk menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Pembuatan kompos dan biopori diharapkan dapat mendorong terciptanya desa sehat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Kampung Aurmios. Pilemon Mosyoi mengharapkan warga yang telah mendapat pelatihan dari tim 11 Ekspedisi Patriot, untuk selalu mendapat pendampingan selama TEP melaksanakan tugas.

“Besar harapan kami, Tim 11 tetap mendampingi hingga masa tugas selesai, setelah itu warga secara mandiri dapat membuat kompos, biopori hingga kegiatan lainnya seperti Hidroponik,”bebernya.

Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuatan biopori menghadirkan narasumber pemateri, Dr. Widyaningrum,MSi dari Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari.

(NIK//RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *