KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga mendorong gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Kawasan Transmigrasi Prafi, sebagai sebuah langka kecil menuju desa sehat melalui Pendekatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Dalam kegiatan pemicuan STBM dan PHBS yang dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Inpres 30 Membowi, Kampung Membowi, Distrik Wasirawi ini, ratusan siswa dibekali dengan pengetahuan tentang 5 pilar STBM dan PHBS, serta dilaksanakan praktek CTPS, yang mendapat sambutan luar biasa dari guru maupun peserta didik.
Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM,.M.Kes mengungkapkan CTPS merupakan salah satu dari 5 pilar STBM, dimana kegiatan yang dilaksanakan pihaknya selain menyasar masyarakat umum, juga menyasar anak usia dini maupun anak usia sekolah, mengingat CTPS diharapkan menjadi kebiasaan sejak dini.

“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran sejak usia dini untuk dapat berperilaku hidup bersih dan sehat, dimana anak-anak sadar pentingnya cuci tangan dengan sabun dalam mencegah penyebaran penyakit,”ungkapnya disela-sela kegiatan Pemicuan STBM dan PHBS di SD Inpres 30 Membowi, Kamis (15/10).
Menurutnya, antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pihaknya, memberi harapan komitmen untuk mewujudkan desa sehat di Kawasan Transmigrafi Prafi, dapat dimulai dengan perubahan perilaku mencuci tangan pakai sabun yang dilakukan secara konsisten.
“CTPS ini menjadi bagian dari pilar ke 2 STBM, yang diharapkan membentuk kebiasaan higienis sehari-hari,” imbuh Corie.
Lanjut Corie, melalui CTPS diharapkan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, dimana dengan menjadikan kebiasaan cuci tangan sebagai norma sosial di rumah, sekolah maupun fasilitas umum, serta kehidupan bermasyarakat.
Dikatakan, pemicuan dan penyuluhan yang dilaksanakan pihaknya mengajak siswa secara khusus maupun masyarakat secara umum sadar risiko kesehatan melalui pendekatan komunitas.
”Kita mendorong ketersediaan air mengalir dan sabun di rumah tangga, sekolah dan tempat-tempat umum, untuk menjadi sarana pendukung CTPS,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres 30 Membowi, Ari Parianta,S.Pd mengapresiasi Tim Ekspedisi Patriot UNAIR yang melaksanakan pemicuan STBM dan PHBS di SD Inpres 30 Membowi, dimana kegiatan ini diharapkan menjadi spirit bagi peserta didik untuk mencuci tangan pakai sabun dengan baik serta konsisten.
“Kami sampaikan kepada anak-anak untuk mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan serta, dan mengikuti praktek CTPS, karena memang untuk CTPS sudah dilaksanakan tetapi tentu dengan kehadiran teman-teman Tim Ekspedisi Patriot UNAIR ini kan memberikan ilmu baru lagi, terutama bagi anak-anak,” katanya.
Dirinya menyebutkan melalui kegiatan yang dilaksanakan Tim 11 Ekspedisi Patriot UNAIR, peserta didik memahami CTPS dengan baik dan benar.
”Kami menyampaikan kepada anak-anak bahwa cuci tangan itu penting, apalagi dengan mencuci tangan pakai sabun ini anak-anak bisa terhindar dari penyakit, tentu berdampak juga pada kehadiran ke sekolah dalam mengikuti pelajaran,”sebutnya.
Suasana praktek CTPS mendapat antusias hangat dari para peserta didik yang praktek CTPS dengan mengikuti arahan yang diberikan oleh Tim 11 Ekspedisi Patriot.
“Ini kita semangat karena kaka – kaka (Tim 11 Eksepedisi Patriot,red) kasih tahu cara cuci tangan, sebelumnya kita cuci tangan saja, kalau sekarang kita sudah tahu cara cuci tangan,”ungkap Lavenia Isba, salah satu peserta didik SD Inpres 30 Membowi.
Pelaksanaan CTPS di SD Inpres 30 Membowi, diharapkan dapat secara intens dilaksanakan, CTPS bukan hanya membuat tangan bersih,, tetapi juga membantu melindungi siswa dari penyakit, mengurangi penyebaran kuman, dan mendukung proses belajar.
(RED)
