KAMUNDANFM.COM, MERAUKE – Rumah maggot pertama di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, akhirnya diresmikan sebagai bagian dari upaya pengembangan pakan alternatif untuk mendukung budidaya ikan lele di wilayah tersebut.
Rumah maggot ini berada di kediaman Paino, salah satu pelaku budidaya ikan lele di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik.
Pembangunan rumah maggot ini merupakan program kerja dari Tim 15 Ekspedisi Patriot IPB University 2026.
Ketua Tim 15 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Eng. Henry Kasmnhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU, ASEAN Eng mengingkapkan kehadiran rumah maggot diharapkan dapat menjadi titik awal pengembangan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber pakan dalam budidaya ikan lele.
“Setelah diresmikan, rumah maggot tersebut telah memperoleh telur lalat BSF sebagai bahan awal untuk memulai proses budidaya,” ungkapnya disela-sela peresmian rumah Maggot di Distrik Kurik, Sabtu (26/9).
Dikatakan, telur tersebut tersebut nantinya dikembangkan melalui tahapan pemeliharaan hingga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya.
” Pembangunan rumah maggot ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengembangan perikanan budidaya yang dilakukan bersama masyarakat,”katanya.
Menurut Henry, sebelumnya Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bidang Perikanan Budidaya telah memperkenalkan pemanfaatan maggot BSF sebagai pakan alternatif dalam pelatihan budidaya ikan lele di wilayah Salor dan Kurik.
“Pak Paino yang telah menjalankan budidaya lele menjadi salah satu masyarakat yang memiliki peran dalam pengembangan rumah maggot tersebut,” ucapnya.
“Dengan adanya fasilitas ini, budidaya maggot dapat dilakukan lebih dekat dengan lokasi kolam sehingga pemanfaatannya sebagai pakan alternatif dapat lebih mudah dikembangkan,” imbuhnya.
Dikatakan, kehadiran Rumah Maggot pertama di Distrik Kurik diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pakan satu pelaku budidaya.
“Ke depan, rumah maggot ini berpotensi menjadi tempat pengembangan dan pembelajaran bagi masyarakat lain yang ingin memanfaatkan maggot BSF dalam kegiatan budidaya ikan,”katanya.
Lanjut Henry, pihaknya berharap pengembangan budidaya perikanan di Kampung Harapan Makmur, dapat terbantu dengan keberadaan rumah maggot tersebut.
“Ini menjadi salah satu langkah untuk membangun sistem usaha yang saling terhubung,” lanjutnya.
Henry menyebutkan budidaya lele tidak hanya berbicara mengenai pemeliharaan ikan, tetapi juga mencakup ketersediaan pakan dan pemanfaatan sumber daya yang dapat mendukung kegiatan produksi.
“Dengan tetersedianya telur BSF sebagai awal pengembangan, Rumah Maggot Distrik Kurik kini memasuki tahap budidaya dan pemeliharaan,”sebutnya.
Ditambahkan, TEP 15 IPB University bersama masyarakat diharapkan dapat terus melakukan pendampingan agar rumah maggot tersebut berkembang dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan budidaya ikan lele di wilayah Kurik.
(RED)
