Ketua Ikatan Mahasiswa Fakfak se-Manokwari Paskalis Mezel Papuanus Hindom. (FOTO//IST)

"Kami butuh Disdikpora Fakfak bersikap transparan atau terbuka, sehingga mahasiswa tidak berspekulasi ataupun menduga-duga ada apa sebenarnya," ujarnya.

KAMUNDANFM.COM, FAKFAK – Mahasiswa Fakfak penerima beasiswa di kota study Manokwari terpaksa harus meminjam uang untuk memenuhi biaya kuliah.

Ketua Ikatan Mahasiswa Fakfak se-Manokwari Paskalis Mezel Papuanus Hindom mengatakan, kondisi itu terpaksa dilakukan lantaran beasiswa 1.000 mahasiswa belum disalurkan.

“Bagi saya pribadi sebagai mahasiswa Fakfak aktif di kota studi Manokwari juga turut melihat dan merasakan apa yang terjadi dan dialami mahasiswa Fakfak di sini,” kata Paskalis kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).

Tak hanya itu, selain meminjam uang mahasiswa terpaksa menjual peralatan kos.

Menurutnya, beasiswa 1.000 mahasiswa tersebut seharusnya disalurkan sejak Juni atau Juli 2025.

Namun hingga penghujung Oktober 2025, belum ada pencairan.

“Kami juga belum menerima penjelasan dari Disdikpora,” ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya telah mengumpulkan berkas sebagai salah satu syarat menerima beasiswa tersebut sejak Mei 2025.

Kendati demikian, hingga saat ini dinas terkait belum turun melakukan pengecekan atau menemui penerima Beasiswa 1.000 Mahasiswa.

“Padahal kami sangat membutuhkan penjelasan yang terbuka dan transparan, dalam proses penyaluran Beasiswa 1.000 Mahasiswa,” tuturnya.

Lanjut Paskalis, dinas terkait juga tidak pernah sosialisasi ke penerima beasiswa jika ada aturan-aturan terbaru yang berpengaruh terhadap penyaluran beasiswa tersebut.

Bahkan sambung dia, pihaknya mendengar isu bahwa kali ini ada penurunan nominal beasiswa yang diterima.

“Sebelumnya per orang Rp 6 juta namun turun menjadi Rp 2 juta atau Rp 3 juta, baik kategori Orang Asli Papua (OAP) maupun Non-OAP,” ucapnya.

Olehnya itu, ia berharap adanya penjelasan dari dinas terkait mengenai keterlambatan penyaluran hingga isu penurunan jumlah nominal beasiswa 1.000 mahasiswa yang diterima.

“Kami butuh Disdikpora Fakfak bersikap transparan atau terbuka, sehingga mahasiswa tidak berspekulasi ataupun menduga-duga ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah berupaya menjalin komunikasi dengan dinas terkait.

“Kami sudah coba telepon Plt Kadisdikpora Fakfak Pak Mansur Ali, dan diarahkan untuk berbicara dengan salah satu pegawai di mana disampaikan sudah salurkan ke bagian keuangan dan tinggal menunggu pencairan dalam satu minggu ini,” katanya.

Untuk itu, ia berharap penyaluran beasiswa 1.000 mahasiswa segera direalisasikan.

“Kami sejujurnya amat menyayangkan, karena harapan besar beasiswa ini seharusnya turun tepat waktu dan sasaran dalam hal ini untuk pembayaran SPP pada waktunya, sekarang kan sudah molor,” ucapnya.

Ia menambahkan, Disdikpora Fakfak pasti mengetahui bahwa mahasiswa melakukan pembayaran SPP per semester biasanya di Bulan Juli atau Agustus.

“Ini yang terjadi teman-teman mahasiswa ada yang sudah baku pinjam uang, jual barang-barang kos dan ada sebagian vakum kuliah. Intinya kami saling baku bantu satu sama lain agar bagaimana tetap berkuliah,” ucapnya.

Diketahui, dari Program Beasiswa 1.000 Mahasiswa, setiap mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) memperoleh Rp 6 juta per semester.

Lalu untuk kategori mahasiswa Fakfak Non OAP mendapatkan Rp 5 juta.

Sebelumnya diketahui, sebanyak 1.000 mahasiswa dari total 1.400 yang diklaim telah diverifikasi akan menerima bantuan pendidikan dari alokasi anggaran senilai Rp 4 miliar.

Meskipun tahun ini anggaran beasiswa turun dari Rp 6 miliar menjadi Rp 4 miliar akibat penyesuaian nasional, namun dipastikan efisiensi tidak mempengaruhi jumlah penerima.

Mekanisme penyaluran dana Beasiswa 1.000 Mahasiswa dilakukan dengan cara transfer langsung ke rekening penerima.

Langkah ini tentunya diambil menjadi komitmen Pemkab Fakfak untuk menjamin transparansi, sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan anggaran.

Hingga berita ini diturunkan, media ini sudah menghubungi sekretaris Disdikpora Fakfak namun belum bersedia memberikan keterangan karena sedang berada di luar daerah.

Sementara, PLT Kadisdikpora Fakfak belum dapat ditemui dan dihubungi hingga kini.

(ARA//ALL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *