Kepala Puskesmas Fakfak La Djoni (FOTO//ARA)

"Kalau sudah pakai kondom, secara medis hampir 98 hingga 99 persen terlindungi dari HIV,"

KAMUNDANFM.COM, FAKFAK – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Fakfak, La Djoni mengungkap selera penggunaan kondom di kalangan kelompok beresiko masih amat rendah sehingga memicu penyebaran HIV tak terkontrol.

“Sebetulnya di era informasi yang deras seperti saat ini, masyarakat seharusnya sudah pintar bahwa kondom itu bagian dari alat kontrasepsi pula,” kata La Djoni saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/12/2025).

Ia mengimbau, masyarakat Fakfak tak perlu memandang tabu terkait penggunaan kondom.

Sebab, kondom hadir sebagai pelindung dari HIV.

“Apabila seseorang melakukan hubungan beresiko dengan orang yang tidak diketahui status kesehatannya, maka wajib menggunakan kondom,” tuturnya.

Djoni mengungkapkan, banyak masyarakat yang tak berminat menggunakan kondom.

Alhasil, kondom yang didistribusikan itu expired.

“Padahal kondom salah satu pencegahan paling efektif,” ucapnya.

“Saya dulu waktu masih di P2P, sempat telusuri informasi tentang pasien memang yang bersangkutan tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual,” tambahnya.

Ia meyakini pula, penggunaan kondom sebetulnya sudah tak jadi tabu di masyarakat karena hal pribadi dan apabila digunakan tidak semudah itu orang mengetahui.

“Namun minimnya penggunaan kondom ini kembali lagi pada rasa kepuasan dan tidak puas seseorang dalam hubungan seksual, ini masalah selera,” tuturnya.

Djoni menambahkan, pentingnya penggunaan kondom ini lantaran ketika melakukan hubungan seksual dengan orang atau pasangan tak dikenal maka beresiko terinfeksi HIV.

“Kalau sudah pakai kondom, secara medis hampir 98 hingga 99 persen terlindungi dari HIV,” pungkasnya.

(ARA/ALL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *