Kamundanfm.com –Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy mengecam keras insiden penyerangan terhadap para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya pada Senin (16/3). Insiden ini mengakibatkan 2 orang tewas dan 2 lainnya selamat.
“Saya menyampaikan keprihatinan JDP atas insiden diserangnya para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Yan Christian Warinussy.
JDP mendesak agar aparat untuk fokus pada pengejaran pelaku (OTK) berdasarkan bukti-bukti di lapangan, sehingga proses hukum tetap berada pada jalur yang benar tanpa menyasar warga sipil yang tidak bersalah.
Jubir JDP mengingatkan Pembatasan gerak melalui pemeriksaan KTP atau penutupan jalan seringkali menjadi sumber trauma baru. Oleh karena itu Penting untuk memastikan bahwa prosedur keamanan tetap menghormati martabat manusia dan tidak berubah menjadi bentuk intimidasi fisik maupun psikis.
“JDP mengingatkan agar upaya pembatasan gerak warga masyarakat melalui penutupan jalan dan pemeriksaan surat maupun kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak berakibat pada pembatasan gerak warga sipil,” kata Yan Warinussy.
Fokus utama harus dititikberatkan pada upaya pengejaran terhadap pihak yang disebut OTK tersebut. Selain itu, perlu ada upaya pemulihan situasi sosial kemasyarakatan di wilayah yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP),
JDP akan ikut mengkawal segenap langkah untuk membangun perdamaian di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya dan sekitarnya di Tanah Papua.
Juru Bicara JDP menyerukan jaminan keselamatan bagi Nakes, mengingat peran vital tenaga kesehatan di daerah terpencil, insiden ini menunjukkan perlunya protokol keamanan yang menjamin keselamatan para Nakes.
Selain itu, JDP juga menyerukan upaya pemulihan pasca insiden, selain pengejaran pelaku, rehabilitasi mental bagi warga di Kampung Jokbu dan Distrik Bamusbama perlu menjadi prioritas agar kehidupan sosial dapat kembali normal.
