SORONG, KamundanFM.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat MinyaKita di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke pasar dan kios pengecer guna memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis tersebut tetap terjaga.
“Dari hasil pemantauan, stok di sejumlah kios masih tersedia dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan maupun harga kedua komoditas tersebut,” ujarnya saat melakukan pemantauan di Pasar Bersama Remu, Senin (8/6).
Menurut Ahmad, Bulog terus memastikan kecukupan stok di gudang sebelum melakukan distribusi ke pasar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa stok beras SPHP dan minyak goreng yang tersedia saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Papua yang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.
“Ketersediaan stok menjadi prioritas kami. Alhamdulillah stok beras SPHP dan minyak goreng di gudang Bulog cukup, bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim, mengungkapkan bahwa saat ini Bulog Sorong memiliki stok beras sebanyak 3.164 ton dan akan menerima tambahan pasokan sekitar 1.500 ton dalam waktu dekat.
“Dengan stok yang tersedia saat ini ditambah rencana pasokan masuk, kami optimistis kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi hingga sekitar empat bulan ke depan,” ujarnya.
Selain beras, Bulog Cabang Sorong juga memiliki stok MinyaKita sebanyak 36.000 liter yang siap didistribusikan ke pasar dan jaringan pengecer di wilayah kerja Bulog Sorong.
Riyadi memastikan harga beras SPHP dan MinyaKita tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah. Beras SPHP dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar Rp63.000 hingga Rp65.000 per kemasan, sedangkan MinyaKita dipasarkan dengan harga Rp15.700 per liter.
“Kami memastikan harga tetap stabil dan sesuai ketentuan pemerintah sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Sepanjang tahun 2026, Bulog Sorong telah menyalurkan lebih dari 1.000 ton beras SPHP melalui 188 mitra yang tersebar di empat kabupaten dalam wilayah kerjanya. Untuk komoditas MinyaKita, Bulog juga telah mendistribusikan lebih dari 10 kontainer melalui pasar murah, program SPHP, dan outlet binaan.
Menurut Riyadi, distribusi pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga di tingkat masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik karena stok beras dan minyak goreng tersedia dengan baik. Sebelum stok menipis, kami akan terus melakukan pengisian kembali sehingga pasokan tetap terjaga,” ujarnya.
Bulog berkomitmen menjaga ketahanan pangan serta menjamin ketersediaan beras dan minyak goreng bagi masyarakat di Sorong dan sekitarnya.
Pewarta: ANTARA
Editor: KamundanFM.com
