"Hasil pendampingan pada sektor budidaya, tim membangun kolam pembibitan sagu yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele, sekaligus mengolah ampas sagu menjadi pupuk kompos hortikultura, pakan ternak, serta media tanam jamur tiram dan merang,"sebut Iqbal.

KAMUNDANFM.COM, MERAUKE — Pemerintah Provinsi Papua Selatan memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Tim Ekspedisi Patriot IPB University Kawasan transmigrasi Salor dalam mendorong hilirisasi serta pemanfaatan potensi sagu secara berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa,S.Pd bersama Guru Besar IPB University, Prof. M.H. Bintoro, serta seluruh Tim Ekspedisi Patriot IPB University di Kawasan transmigrasi Salor.Pertemuan ini berfokus pada strategi penguatan pangan berbasis komoditas lokal, pengembangan produk turunan sagu, hingga integrasi program ke dalam perencanaan anggaran daerah.

Indonesia memiliki hamparan hutan sagu seluas 5,5 juta hektar atau setara 85 persen dari total potensi sagu dunia, dengan sekitar 5,2 juta hektar di antaranya berada di tanah Papua.

Guru Besar IPB University, Prof. M.H. Bintoro, mengungkapkan bahwa keberadaan hutan sagu alami yang melimpah merupakan aset strategis bagi kedaulatan pangan daerah.

“Papua sebenarnya telah berada pada tahap kedaulatan pangan karena komoditasnya tersedia langsung di alam dan masyarakat tidak perlu bergantung pada pasokan pangan dari luar,” ungkapnya disela-sela Audiens bersama Pemprov Papua Selatan, Selasa (20/10).

Dikatakan, dari perspektif produktivitas dan ekologi, tanaman sagu memiliki keunggulan yang sangat signifikan.

“Di kawasan Mappi dan Asmat, satu batang pohon sagu dewasa mampu menghasilkan tepung bersih hingga 1,2 ton,”katanya lagi.Produktivitas ini sangat efisien jika dibandingkan dengan rata-rata hasil lahan pertanian baru yang mencapai sekitar 3 ton per hektar, di mana hasil dari tiga pohon sagu saja sudah setara dengan panen satu hektar sawah. Pengelolaan potensi sagu secara optimal dinilai sanggup menopang pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, Tim Ekspedisi Patrio IPB University melalui salah satu Ketua TEP, Muhammas iqbal Nurulhaq, SP, MSiurut membagikan hasil pendampingan masyarakat yang terbagi dalam empat fokus kerja utama.

“Hasil pendampingan pada sektor budidaya, tim membangun kolam pembibitan sagu yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele, sekaligus mengolah ampas sagu menjadi pupuk kompos hortikultura, pakan ternak, serta media tanam jamur tiram dan merang,”sebut Iqbal.

Menurut Iqbal, pada aspek bisnis dan pemasaran, pendampingan diarahkan untuk mendorong pembentukan rantai pasok lokal melalui business matching yang mempertemukan kelompok pengolah sagu di hulu, UMKM, dan calon pembeli.

“Selain itu, upaya penguatan sumber daya manusia dilakukan dengan menyasar kapasitas guru serta penyuluh pertanian agar pengetahuan seputar konservasi dan budidaya sagu dapat diperkenalkan sejak dini di lingkungan sekolah,”imbuhnya.

Selain itu, pada pengembangan produk turunan, tim mendampingi diversifikasi olahan tepung sagu di Kampung Tambat menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, seperti mie sagu, beras sagu, hingga gula cair sagu bertajuk Sagula dan frozen food berbahan dasar sagu.

Lanjut Iqbal, pihaknya juga menyampaikan
beberapa catatan evaluasi dari interaksi bersama masyarakat desa, seperti pentingnya ketepatan waktu dalam penyaluran bantuan bibit sagu serta perlunya beberapa mesin pengolahan tepung dan produk turunan tepung.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Gubernur Papua Selatan, Pascalis Imadawa, menyambut baik pendekatan komprehensif yang ditawarkan oleh tim sagu ekspedisi patriot IPB University dan menegaskan komitmen daerah untuk mengawal program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

“Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menjadwalkan rapat koordinasi teknis bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan.,”ujar Pascalis

Ditambahkan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyusun proposal perencanaan tertulis guna mengintegrasikan program hilirisasi sagu dan perizinan produk olahan ke dalam skema anggaran daerah secara berkelanjutan.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *