panen perdana tanaman hidroponik menjadi momentum penting sekaligus langkah awal dalam membangun kemandirian pangan masyarakat

KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Ditengah kemarau panjang di Kawasan Transmigrasi Prafi, Tim 11 Eksepedisi Patriot bersama warga Kampung Aurmios yang notabene didominasi oleh warga lokal melakukan panen perdana tanaman hidroponik pada Sabtu (03/10).

Hidroponik di musim kemarau panjang menjadi solusi ideal untuk menghadapi keterbatasan air dalam pertanian.

“Pada saat ini kami bersama masyarakat Kampung Aurmios melaksanakan panen perdana tanaman hidroponik, salah satu tanaman yang dipanen adalah selada,”ungkap Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair, Dr. Corrie Indria Prasasti, SKM,.M.Kes saat monitoring evaluasi kegiatan di Kampung Aurmios, Sabtu (03/10).

Dikatakan, inovasi baru yang diperkenalkan kepada masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi, ini mendapat atensi yang luar biasa dari warga, terutama warga transmigrasi lokal, mengingat menjadi solusi ditengah kemarau sepanjang tahun ini.

“Selain kondisi tanah yang kurang baik, kekeringan panjang yang terjadi membuat tanaman hidroponik menjadi solusi alternatif kebutuhan sayur sehari-hari skala rumah tangga,”kata Corie.

Menurutnya, panen perdana tanaman hidroponik menjadi momentum penting sekaligus langkah awal dalam membangun kemandirian pangan masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan dan kondisi tanah bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan keluarga.’imbuh Corie.

Lanjut Corie, melalui pengembangan hidroponik, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat melanjutkan dan mengembangkan inovasi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

“Panen perdana ini sekaligus menjadi tahap awal untuk memastikan bahwa inovasi hidroponik dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat sebagai alternatif budidaya sayuran, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan dan perubahan iklim,”lanjutnya.

Corie menuturkan kedepan, pengelolaan hidroponik diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa sehat dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Dengan pengetahuan, pendampingan, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia, masyarakat dapat mengembangkan hidroponik sebagai teknologi sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Aurmios, Pilemon Mosyoi, mengapresiasi Tim Ekspedisi Patriot Unair 2026 yang mampu.menghadirkan solusi ditengah kemarau panjang.

“Kami biasanya ke ladang dengan jarak tempuh yang jauh, sekarang ini ada tanaman hidroponik yang sangat membantu masyarakat,”bebernya.

Kedepan, lanjut Pilemon, pihaknya bakal mendorong warga kampung Aurmios untuk dapat secara mandiri membuat dan mengelola tanaman hidroponik, untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau musim kemarau, ladang tidak produktif, kita berharap penerapan hidroponik yang tepat dapat membantu warga untuk tetap produktif sepanjang tahun,”pungkasnya.

(ALL/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *