Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengharapkan konflik antarsuku di wilayah Papua Pegunungan (Papeg) ke depan tak terjadi lagi karena menyebabkan korban jiwa dan harta benda.
Perwira Penghubung Polda Papua di Papeg Kombes Pol Andi Y Enoch dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu, mengatakan ke depan konflik antarsuku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya supaya tidak terulang kembali di daerah yang sama maupun di wilayah Papua Pegunungan lainnya.
“Kami tentu berharap perang suku yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu adalah yang terakhir dan tidak terjadi lagi sehingga kedamaian benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, cara penyelesaian masalah dengan perang supaya tidak lagi terjadi tetapi mengedepankan hukum positif dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami berharap masyarakat Papua Pegunungan tidak lagi menggunakan perang sebagai cara dalam menyelesaikan masalah, tetapi menggunakan hukum pemerintah sehingga memberikan efek jera kepada pelakunya,” ujarnya.
Dia menjelaskan penyelesaian konflik antarsuku telah dilakukan di Mapolres Jayawijaya dengan disaksikan langsung Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, Wamendagri RI, serta Gubernur Papua Pegunungan John Tabo.
“Penyelesaian masalah dengan prosesi adat panah panah atau patah alat perang telah dilakukan, maka kami dari kepolisian berharap perang tak lagi terjadi dan seluruh masyarakat bisa hidup berdampingan satu dengan lainnya,” katanya.
Dia menambahkan stabilisasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas harus diutamakan sehingga percepatan pembangunan dapat terus berjalan baik di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berharap pembangunan dapat berjalan baik di Papua Pegunungan sehingga akses transportasi, ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan berkembang pesat dan masyarakat bisa hidup dengan sejahtera,” ujarnya.
