Ketua Ikatan Mahasiswa Fakfak se-Jabodetabek, M Tewa Zulghafir didampingi sejumlah mahasiswa Fakfak. (FOTO//IST)
KAMUNDANFM.COM, FAKFAK – Mahasiswa Fakfak di berbagai daerah mengeluhkan molornya penyaluran beasiswa 1.000 mahasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak.
Ketua Ikatan Mahasiswa Fakfak se-Jabodetabek, M Tewa Zulghafir mengungkapkan, akibat molornya penyaluran beasiswa itu, salah satu mahasiswa di kota studi Jabodetabek nunggak pembayaran SPP hingga berujung gagal ikut seminar proposal.
“Rekan kami ini memang sangat membutuhkan beasiswa, namun karena keterlambatan maka harus nunggak pembayaran SPP 1 semester dan tidak ikut seminar proposal,” kata M Tewa Zulghafir saat diwawancarai wartawan di Fakfak, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, mahasiswa tersebut merupakan anak asli Fakfak yang kuliah di Kampus Mitra Karya Bekasi.
“Kami kasihan karena ditambah lagi dengan pembayaran kali ini jatuh tempo maka harus bayar tambah lagi,” keluhnya prihatin.
Ia pu berharap, Disdikpora Fakfak segera mempercepat penyaluran Beasiswa 1.000 Mahasiswa.
“Tuntuan kami mahasiswa se-Jabodetabek hanya terkait realisasi beasiswa serta mewujudkan keadilan untuk mahasiswa,” ujarnya.
Dikatakannya, tak semua orang mampu untuk berkuliah, maka Program Beasiswa 1.000 Mahasiswa harus menjawab permasalahan dan tantangan ekonomi dalam menuntut pendidikan lebih baik.
“Intinya saya berbicara ke media bukan membawa nama saya sendiri tetapi berbicara untuk kepentingan saudara-saudara saya semuanya,” jelasnya.
Ia menegaskan, dirinya hadir sebagai jembatan penghubung komunikasi antara mahasiswa Fakfak se-Jabodetabek dengan Disdikpora Fakfak soal penyaluran Beasiswa 1.000 Mahasiswa.
“Artinya setiap mereka (teman-teman) bertanya, maka saya bertanya pula ke Disdikpora, khususnya pada bagian program namun setiap saya bertanya namun tanggapan selalu informasinya dalam proses pendataan, lalu proses ke badan hukum, terus berlanjut ke alasan pentahapan,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, telah melakukan pertemuan dengan Disdikpora Fakfak di Jakarta pada Oktober 2025, namun informasi yang disampaikan sudah selesai tersisa proses di bendahara.
“Namun sampai sekarang kitong (kami) dengar berita belum sampai ke tahap pencairan, terus mereka bilang ada tunggu Pak Kepala Dinas Pendidikan, sedangkan yang kami tahu beliau sudah pulang, dari situ sampai saat ini tidak ada kejelasan,” bebernya.
(ARA//ALL)
