"Harapan kita kedepan untuk Posyandu harus mempunyai gedung tersendiri karena selama ini harus berbagi dengan PKK, maupun kegiatan lainnya," tuturnya

KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Inovasi dalam pelayanan posyandu maupun pos pembinaan terpadu (posbindu) menjadi tangungjawab bersama dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan posbindu Bowi Subur, menjadi perhatian Tim 11 Tim Ekspedisi Patriot Unair, mengingat dalam kegiatan tersebut sejalan dengan program Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang digalakkan di Kawasan Transmigrasi Prafi.

Integrasi Program Posbindu dan PHBS melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat akan mempercepat terwujudnya Desa Sehat di Distrik Masni.

Kader Posbindu, Nur Munawaroh mengatakan posbindu yang dilaksanakan untuk pemeriksaan kesehatan.”Disini pemeriksaan (cek faktor resiko) tekanan darah, diabetes dan kolesterol,” katanya disela-sela pelayanan Posbindu di Bowi Subur, Senin (24/8).

Dikatakannya, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kesehatan masyarakat setempat, Posbindu menyasar kelompok usia remaja, dewasa, pra lansia dan lansia.

“Untuk yang hadir hari ini kalau dilihat, dewasa, pra lansia dan lansia,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan atensi warga untuk memeriksakan kesehatan setiap dilaksanakan Posbindu.

“Sebelumnya kami melaksanakan pemeriksaan untuk tekanan darah, diabetes dan kolesterol, untuk sekarang pemeriksaan bergantian,” bebernya.

Lanjut Munawaroh, meski bergerak dalam keterbatasan, tidak menyurutkan semangat para kader untuk tetap berinovasi dalam pelayanan kepada warga.

“Harapan kita kedepan untuk Posyandu harus mempunyai gedung tersendiri karena selama ini harus berbagi dengan PKK, maupun kegiatan lainnya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Munawaroh mengapresiasi kehadiran Tim 11 TEP Unair yang membantu dalam pelaksanaan posyandu maupun posbindu terutama dalam sinergi memberikan edukasi untuk masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim 11 TEP Unair, Dr.Corie Indria Prasasti, S.KM,M.Kes menjelaskan bahwa kehadiran Tim 11 merupakan bentuk sinergitas program mengingat program kerja yang saat ini dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan sehingga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Program yang kita dikerjakan tentu melibatkan para pihak, termasuk memaksimalkan peran kader posyandu, PKK, kelompok tani, dengan harapan para pihak yang terlibat dapat menjadi natural leader untuk keberlanjutan program,” jelasnya.

Ditambahkan, penguatan kapasitas kader posyandu menjadi penggerak dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Mereka berperan aktif meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan warga agar mandiri dalam perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

(RED//ALL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *