Anggota DPD RI Arianto Kogoya saat mendampingi Menteri PKP Maruara Sirait dan Mendagri Tito Karnavian saat berkunjung ke Wamena, Papua Pegunungan, Senin (12/8/2025). (Foto: Dok Arianto Kogoya)
KAMUNDANFM.COM, WAMENA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) bakal membangun 2.200 rumah di Papua Pegunungan.
Menteri PKP Maruara Sirait pun telah meninjau langsung lokasi pembangunan 2.200 rumah tersebut.
Dalam peninjauannya, Ara sapaan akrabnya, didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Arianto Kogoya pun mengapresiasi rencana tersebut.
Selain mengapresiasi rencana tersebut, senator asal Papua Pegunungan itu juga menyampaikan beberapa saran terkait rencana pembangunan 2.200 rumah.
Anggota Komite III DPD RI itu menyarankan agar pemerintah wajib melibatkan pengusaha dan warga lokal dalam proyek pembangunan 2.200 rumah tersebut.
Saran tersebut, Arianto Kogoya lontarkan karena mempertimbangkan beberapa aspek.
“Kalau ambil pengusaha dan pekerja dari luar nanti ada kecemburuan sosial yang berakibat gangguan keamanan sehingga pembangunan mandek,” kata Arianto Kogoya dalam siaran persnya, Kamis (14/8/2025).
Arianto Kogoya juga mengatakan, keterlibatan pengusaha dan warga lokal tidak hanya dalam proyek pembangunan 2.200 rumah.
Tetapi juga sambung Arianto Kogoya, dalam setiap pembangunan dan pengelolaan sumber daya di Papua Pegunungan.
“Orang Asli Papua (OAP) harus menjadi pelaku dan subjek pembangunan,” tegasnya.
Lanjut Arianto Kogoya, selain rumah keterbatasan dana alokasi umum (DAU) juga menjadi persoalan yang dialami Papua Pegunungan.
Alhasil, karena keterbatasan itu banyak program pemerintah daerah (pemda) yang tidak bisa berjalan.
Olehnya itu, Arianto meminta Mendagri Tito Karnavian menyampaikan persoalan ini ke Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan tujuan bapak presiden bisa menerbitkan instruksi presiden (Inpres) khusus bagi Papua Pegunungan dan lima provinsi lainnya di Tanah Papua,” tuturnya.
Lebih lanjut Senator Arianto Kogoya juga menyuarakan tingkat kesulitan, kemahalan, geografis dan gangguan keamanan yang dihadapi di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berharap, mendagri bisa memberikan dukungan penuh kepada kepala-kepala daerah di Papua Pegunungan,” ucapnya.
Senator Arianto Kogoya pun berterimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Maruar Sirait dan Tito Karnavian.
“Kami biasanya itu kalau mau undang menteri ke Papua Pegunungan itu sulit. Tapi kami bersyukur dua menteri ini bisa hadir langsung,” pungkasnya.
(RED//ALL)
