KAMUNDANFM.COM, MERAUKE — Sagu selama ini dikenal sebagai bahan pangan khas Papua yang lekat dengan papeda. Namun, komoditas lokal ini juga dapat diolah menjadi beragam produk makanan.
Potensi tersebut dipelajari personel Kodam XXIV/Mandala Trikora dalam pelatihan inovasi olahan sagu yang diselenggarakan Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University di SMK Negeri 5 Merauke pada 7–8 Oktober 2026.
Dalam pelatihan tersebut, personel TNI, mama-mama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta generasi muda.

(Foto//IST)
30 peserta mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sagu menjadi produk pangan yang lebih beragam.
Peserta diperkenalkan pada sejumlah inovasi olahan, antara lain tahu sagu, ayam sagu Nanking, dan bola ikan sagu. Melalui praktik pengolahan, sagu diperkenalkan bukan hanya sebagai pangan tradisional, melainkan juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah.
Bagi personel Kodam XXIV/Mandala Trikora, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal potensi pangan lokal dari perspektif berbeda. Mereka mengikuti proses pembelajaran bersama masyarakat dan pelaku UMKM, sekaligus melihat kemungkinan pengembangan sagu melalui inovasi produk.Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Institut Pariwisata Trisakti, yaitu Dr. Saptarining Wulan, S.Si., PG.Dipl., M.M., dosen Gastronomi Pariwisata, dan Alifatqul Maulana, S.Tr.Par., M.Par., dosen Perhotelan. Keduanya memberikan materi dan pendampingan mengenai pengolahan produk turunan sagu.
Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University, Muhammad Iqbal Nurulhaq, mengatakan sagu memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi.
” Peningkatan keterampilan pengolahan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,”katanya disela-sela kegiatan.
Menurut Iqbal, pengembangan sagu juga perlu melibatkan generasi muda agar pangan lokal tersebut tetap dikenal dan dapat diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Selain teknik pengolahan, kualitas produk, pengemasan, serta higiene dan keamanan pangan menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha berbasis sagu. Pemenuhan aspek tersebut diperlukan agar produk olahan dapat dipasarkan secara lebih luas,”imbuhnya.
Melalui pelatihan ini, lanjut Iqbal, pihaknya mendorong pengembangan ekosistem bisnis sagu di Merauke.
” Keterlibatan personel TNI bersama masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dalam pemanfaatan potensi pangan lokal,”lanjutnya.
Iqbal menuturkan pelatihan tersebut memperlihatkan bahwa sagu menyimpan peluang pengembangan yang lebih luas daripada sekadar pangan tradisional.
“Dengan keterampilan pengolahan dan inovasi yang tepat, komoditas lokal Merauke ini berpotensi menghasilkan produk bernilai tambah dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat”pungkasnya.
(NIK//RED)
