Dewan Adat Sub Suku Usba Raja Ampat pada rapat kerja adat di Kampung Boyseran Distrik Ayau, Kamis (25/9/2025). Dari kiri ke kanan Ketua Adat Marga Rumbewas Rosmen Rumbewas. Ketua Adat Marga Umpes David Umpes , Sekretaris Dewan Adat Loves Umpes, Wakil Ketua Dewan Adat Kees Burdam dan Ketua DASS Charles Imbir, Ketua Adat Marga Imbir Esrom Imbir, Ketua Adat Marga Burdam Meosbekwan Kilyon Burdam. (FOTO//Charles Imbir)
KAMUNDANFM.COM, RAJA AMPAT — Dewan Adat Sub Suku USBA menggelar rapat kerja (Raker) di Kampung Dorehkar, Raja Ampat Papua Barat Daya pada Kamis (25/9/2025).
Ketua Dewan Adat Sub Suku USBA Charles Imbir mengatakan, raker ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kepemimpinan adat.
Selain itu sambung Charles, melalui raker ini pihaknya juga berkomitmen membangun warisan budaya dan mewujudkan lumbung pengetahuan adat sebagai pusat dokumentasi, pelestarian dan transfer nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi mendatang.
“Itu komitmen kami dalam raker adat tersebut,” kata Charles Imbir dalam siaran persnya, Minggu (28/9/2025).
Lanjut Charles, Dewan Adat Sub Suku USBA juga siap mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup dan ekonomi perikanan laut yang ramah lingkungan.
“Kami juga mendorong sinergi anak-anak adat USBA dengan pemerintah dari pusat hingga kampung serta, mendukung kebijakan dan program pemerintah yang pro terhadap masyarakat adat,” tuturnya.
Lebih lanjut Charles mengungkapkan, dalam raker tersebut ditegaskan pentingnya menghidupkan kembali Tarian Adat Wor, cerita sejarah masa lampau, pembuatan perahu adat seperti Karures dan perahu tradisional lainnya.
Tak hanya itu, rumah adat dan alat-alat kerja tradisional dalam kehidupan pertanian serta perikanan, pengetahuan kesehatan adat sebelum memasuki era pengobatan modern, termasuk cerita tradisional tentang suanggi.
“Semua elemen budaya tersebut dianggap sebagai identitas unik, dan warisan peradaban USBA yang layak dipulihkan serta diwariskan melalui Lumbung Pengetahuan Adat,” tuturnya.
Dalam raker tersebut, Dewan Adat juga menetapkan secara resmi Ketua Adat Marga Burdam yang baru, dari almarhum Nehemia Burdam kepada Stevanus Burdam.
Kepala Adat Marga Umpes yang baru, dari almarhum Petrus Umpes kepada David Umpes.
Dewan Adat juga mengumumkan bahwa Markus Umpes, anak adat USBA dinyatakan lulus seleksi DPRK Raja Ampat jalur Otonomi Khusus(Otsus).
Pada momentum itu juga dilakukan sosialisasi dan pembagian Buku Sejarah USBA untuk lingkungan internal.
Rencananya buku tersebut bakal didistribusikan ke khalayak umum terutama suku-suku di Raja Ampat.
Buku ini menjadi salah satu landasan utama dari Lumbung Pengetahuan Adat yang sedang dikembangkan.
Sebagai informasi, Dewan Adat Sub Suku USBA adalah lembaga adat yang berperan menjaga, membina dan mengembangkan nilai-nilai tradisi, kepemimpinan adat serta identitas budaya masyarakat USBA di Raja Ampat.
Salah satu agenda strategis yang sedang dijalankan adalah pendirian Lumbung Pengetahuan Adat sebagai pusat arsip, dokumentasi dan pengembangan kearifan lokal.
(RED//ALL)
