KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Peniliti senior dari LPPM UNIPA dan LAPPASDAM Kreatindo bakal berkolaborasi di bidang sains teknologi.
Kolaborasi itu bentuk kemajuan peradaban dan kesadaran analitis dalam pemikiran empiris.
Riset diarahkan pada basis studi konserfasi dan pengembangan produk tumbuhan obat tradisional.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk sumbangsih pemikiran akademis terhadap kemajuan pengetahuan, ilmu, sains dan teknologi Papua Barat.
“Basis analisis empiris terutama pada upaya untuk mengungkap rahasia alam yang terkubur jutan tahun, dan belum tersentuh sejak awal pulau Papua membentuk daratan,” kata Direktur Lappasdam Kreatindo Frans JP Kareth dalam siaran persnya, Jumat (16/10/2026).
“Kolaborasi riset ini, diarahkan pada kajian secara fundamental teoritis dan mendalam pada obyek botani dan etnobotani dari hasil hutan hujan tropis Papua lebih khusus kawasan pegunungan Arfak,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini juga, Frans JP Kareth yang 20 tahun konsentrasi riset pada tumbuhan Liliflorae dari spesies Smilax (Daun Bungkus Papua) menceritakan temuan menakjubkan dari reaksi kimia Smilax telah di temukan pada kandungan kimia dari bakteri gram positif enzi proteolitik yang bereaksi saat menyentuh jaringan otot polos dalam sistem reproduksi manusia.
“Diharapkan hasil riset bermuara pada hilirisasi berbagai produk dalam bentuk obat tradisional,” harapnya.
Sementara itu, ahli Anggrek dari UNIPA Dr. Ir. Agustina YS. Arobaya, M.App.Sc., menggambarkan keindahan tumbuhan anggrek sebagai tanamah hias eksotis yang digunakan masyarakat tradisional untuk bahan obat lokal.
“Dari hasil pengujian labolatorium beberapa jenis anggrek mengandung komposisi kimia alkaloid, turunan bibenzyl, flavonoid dan pada anggrek dari Genus Dendrobium dalam family Orchidaceae mengandung dendrocandium C,D,E, dan diketahui dapat di gunakan sebagai antipiretik, kesehatan mata, obat kuat, Impotensi, meredakan rasa sakit saat menstruasi, hyperglycaemia dan anti toksik,” ungkapnya.
Sebagai informasi, tim ini dinahkodai oleh Prof. Ir. Freddy Pattiselanno. M.Sc., PhD., beranggotakan peneliti Marthinus Iwanggin, S.Hut., M.Hut., Filep Mambor, A.Md., Hut., Dr. Ir. Agustina YS. Arobaya, M.App., Sc., dan Frans JP Kareth, SE.
(RED)
