Kamundanfm.com –Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut dan sedih terhadap sikap Amerika Serikat dalam konflik di Timur Tengah. Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg yang tayang pada Senin (16/3/2026).

Ya (terkejut). Tetapi Anda tahu, pada akhirnya setiap negara akan menilai kepentingan nasionalnya masing-masing. Dan ya, saya cukup terkejut. Saya cukup sedih,” kata Prabowo, dikutip Rabu (18/3/2026).

Meski demikian, Prabowo mengaku tak bisa berbuat banyak selain menghadapi kenyataan.

“Tetapi apa yang bisa saya lakukan, bukan? Saya hanya bisa menghadapi kenyataan. Saran saya selalu mencari opsi damai,” ujar Prabowo.

Dia pun menegaskan, konflik ini harus diselesaikan melalui jalur damai dibandingkan konfrontasi bersenjata.

“Saya seorang prajurit. Saya pernah berada di medan tempur. Dan saya yang pertama menyadari bahwa jika kita bisa berbicara, lebih baik berbicara,” ucap Prabowo.

“Jika kita bisa menyelesaikan sesuatu di meja perundingan, lebih baik diselesaikan di meja perundingan,” katanya.

Sebelumnya  28 Februari 2026, militer AS dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal yang menarget pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta struktur kepemimpinan Iran dalam operasi militer bersama yang disebut Operation Lion’s Roar. Serangan ini memicu balasan dari Iran yang melancarkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di kawasan Teluk sebagai respons atas agresi tersebut.

Presiden Prabowo Subiant Tunda Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) ke Gaza, Palestina. Keputusan ini karena meningkatnya eskalasi perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meluas di Timur Tengah.

“Rencana pengiriman pasukan pfoto: idtimewa)erdamaian ke Gaza saat ini ditunda,” demikian keterangan redsmi yang disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dikutip Rabu 18 Maret 2026.

Keputusan penundaan pengiriman pasukan perdamaian untuk Pasukan Stabilisasi Nasional atau ISF ini diambil Prabowo setelah Indonesia menangguhkan pembahasan BoP mengingat eskalasi perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meluas di kawasan Timur Tengah.

“Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah,” lanjut keterangan Bakom RI.

Untuk penyelesaian perang AS-Israel versus Iran, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator. Konflik ini telah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *