Peserta pelatihan batik foto bersama di halaman kantor Disperindag Kepulauan Yapen, Papua, 20 Juli 2025. Foto//ist

"Kami ingin UMKM di Yapen punya produk khas yang bisa bersaing, salah satunya batik dengan motif lokal,” katanya.

KAMUNDANFM.COM, SERUI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelatihan membatik.

Kegiatan berlangsung di halaman kantor Disperindag Kepulauan Yapen selama tiga hari sejak, 19-21 Juli 2025.

Tercatat, 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut.

30 peserta itu, merupakan pelaku UMKM maupun pengurus PKK Distrik, yang terbagi dalam tiga kelompok.

Plt Kepala Disperindag Kepulauan Yapen Alwi Masse mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan membatik, sekaligus mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk serta melestarikan budaya batik.

Ia pun berharap, melalui pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi para peserta.

“Kami ingin UMKM di Yapen punya produk khas yang bisa bersaing, salah satunya batik dengan motif lokal,” katanya.

Disperindag Kepuluan Yapen mendatangkan dua narasumber dalam kegiatan ini.

Keduanya ialah, Blandina Ongge dari Jayapura dan Dwi Surianto asal Yogyakarta.

Dua narasumber tersebut dikenal sebagai praktisi batik berpengalaman.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai teknik dasar hingga lanjutan membatik.

Mulai dari pembuatan motif, teknik pewarnaan, penempatan gambar, hingga proses finishing. Peserta juga diberikan pendampingan langsung saat membuat karya batik mereka.

Diakhir kegiatan, karya peserta ditampilkan melalui fashion show.

Fashion show tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas peserta, sekaligus memperkenalkan batik khas Yapen kepada masyarakat luas.

Disperindag berharap melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM bisa mengembangkan batik sebagai produk unggulan daerah dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kepulauan Yapen.

Adapun hasil dari pelatihan ini, bakal dikaji dan Disperindag Yapen akan berkoordinasi bersama dinas serta lembaga terkait untuk menyediakan tempat khusus penjualan hasil-hasil pelatihan dari para peserta.

(ULI//ALL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *