KAMUNDANFM.COM, MANOKWARI – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay komitmen mengangkat perekonomian masyarakat adat.
“Saya optimis ini bisa tercapai,” kata Kordinator Investasi dan Perkembangan Ekonomi Masyarakat Adat DAP III Doberay, Vanro Tan saat diwawancarai wartawan di Manokwari, Rabu (28/1/2026).
Ia mengatakan, Papua Barat terlebih khusus Manokwari pernah berjaya di sektor industri.
Oleh sebab itu kata Vanro, dengan potensi yang ada pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengembalikan kejayaan itu.
“Ada 7 industri. Di antaranya perkebunan, perikanan dan sebagainya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tekad tersebut dilakukan demi mengangkat kembali perekonomian masyarakat adat.
Sehingga, konsep tuan di negeri sendiri benar-benar terealisasi di masyarakat adat khususnya wilayah III Doberay.
“Intinya apa yang sementara kami rencanakan ini, hanya untuk kebangkitan masyarakat adat di sektor perekonomian,”ungkapnya.
Lanjut Vanro, untuk menjadi tuan di negeri sendiri saat ini sudah tak sulit lagi.
Sebab, sumber daya manusia (SDM) masyarakat adat sudah mumpuni ditambah perkembangan teknologi yang pesat.
Hanya saja, dalam mewujudkan hal itu sambung Vanro, pihaknya membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah baik pusat maupun daerah dalam hal legalitas.
“Tentu harus ada kolaborasi antara masyarakat adat dan pemerintah,” tuturnya.
Vanro mencontohkan baru-baru ini, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit mini di Distrik Masni, Manokwari.
Terobosan ini merupakan kolaborasi semua pihak.
Pabrik tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat adat.
“Kami targetkan pabrik ini nantinya bisa memproduksi minyak goreng. Tentunya alan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat adat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pembangunan pabrik mini kelapa sawit itu tidak dibarengi dengan pembukaan lahan sawit.
“Ini harus kami luruskan dulu. Tidak ada pembukaan lahan sawit baru. Masyarakat adat memamfaatkan lahan sawit yang telah ada,” jelasnya.
(RED//ALL)
