Kamundanfm.com , Jayapura — Aparat TNI melalui Komando Operasi Swasembada menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Niugini di Jayapura, Papua. Penyelundupan di kawasan ini terus berulang sehingga pencegahan dan pengawasan perlu ditingkatkan.

Komando Operasi (Koops) Swasembada merupakan satuan tugas (satgas) penjaga perbatasan RI-Papua Niugini dari Jayapura hingga Merauke, Papua Selatan. Ada tujuh satgas batalyon serta lima satgas penguatan di sepanjang garis perbatasan ini.

”(Penggagalan) ini merupakan hasil dari pendekatan humanis yang terus kami bangun bersama masyarakat,” kata Panglima Komando Operasi Swasembada Mayor Jenderal Novi Rubadi dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Pengungkapan ini bermula dari informasi warga berinisial MLA. Personel Koops Swasembada lalu melakukan patroli di sekitar Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (6/2/2026).

Kampung yang berada di sekitar perbatasan RI-Papua Niugini ini berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Jayapura.

Dalam patroli ini, TNI menyita dua senjata api, yakni satu senjata laras pendek dan satu senjata laras panjang. Selain itu, ada 10 butir amunisi yang turut diamankan.

Dua senjata api ini disebut merupakan produksi pabrik senjata. Namun, pihak TNI belum mengungkap detail terkait dua senjata tersebut. Senjata api dan amunisi masih disita oleh Koops Swasembada untuk pendalaman lebih lanjut.

Koops Swasembada juga menyatakan sedang mendalami tentang para pelaku ataupun kemungkinan jaringan terkait. Selain itu, pendekatan persuasif juga terus dilakukan kepada warga untuk pencegahan kasus serupa.

”Kehadiran TNI di Papua tidak hanya mengedepankan penindakan bersenjata, tetapi juga mengutamakan pendekatan persuasif dan kemanusiaan dalam menciptakan rasa aman,” ucap Novi.

Penyelundupan berulang

Berdasarkan catatan Kompas, penyelundupan di kawasan perbatasan RI-Papua Niugini terus berulang. Selain senjata api, terdapat berbagai barang lain yang diselundupkan, seperti bahan bakar minyak, narkotika, barang elektronik, dan kendaraan bermotor.

Di wilayah Jayapura, pelaku biasanya memanfaatkan sejumlah jalur ilegal di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Muara Tami. Kawasan PLBN Skouw berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Jayapura.

Perbatasan RI-PNG Masih Rawan Penyelundupan Senjata dan Ganja

Penyelundupan senjata api dan amunisi serta penjualan ganja di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Niugini masih marak. Dalam 10 bulan terakhir, TNI AD mengungkap 16 kasus terkait kejahatan tersebut.

Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih mengakui, penyelundupan di kawasan perbatasan terus berulang. Kendati penindakan terus dilakukan, pelaku selalu mempunyai modus baru dalam melakukan penyelundupan.

Ia mengatakan, otoritas perbatasan dan aparat keamanan terus meningkatkan upaya pengawasan. Di sisi lain, edukasi dan komunikasi persuasif juga diberikan kepada warga setempat.

”Kami bersama aparat dan stakeholder terkait lain terus meningkatkan upaya pengawasan dan penindakan. Apalagi cara-cara penyelundupan ini juga terus berkembang,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *