Kamundanfm.com— – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat segera melakukan pembahasan rencana penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin atau ilegal karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Papua, Selasa, mengatakan penertiban kegiatan pertambangan ilegal membutuhkan dukungan dari TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Setelah pak gubernur kembali dari Jakarta, kami undang forkopimda bahas penertiban pertambangan tanpa izin yang semakin marak,” kata Lakotani.
Menurut dia upaya penertiban menjadi langkah alternatif dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan eksplorasi sumber daya alam yang tidak terkontrol dan tidak sesuai ketentuan.Lokasi pertambangan ilegal yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Manokwari dan Pegunungan Arfak, merupakan kawasan hutan lindung sehingga perlu disikapi secara serius oleh semua pihak.
“Kalau mau legalkan harus dilakukan alih status kawasan, dan harus persetujuan Kementerian Kehutanan. Jadi, langkah awal dilakukan penertiban,” ujar Lakotani.
Beberapa waktu lalu, kata dia, pemerintah provinsi telah bertemu pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengajukan pelimpahan kewenangan penerbitan izin.Hal itu berkaitan dengan rencana penerbitan izin pertambangan rakyat (IPR) sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
“Proses mendapatkan IPR itu sangat lama, apalagi lokasi tambang ilegal masuk dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam,” kata Lakotani.

Bencana Tambang Emas Ilegal Pegynungan Arfak , Papua Barat
Sebelum Banjir bandang disertai tanah longsor melanda kawasan Catubow, Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat, diarel aktifitas tambang illegal tanpa ijin pada Kamis malam (16/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIT.
Bencana ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, empat selamat, dan 19 orang masih dalam pencarian.Informasi resmi diterima dari Kasat Reskrim Polres Pegunungan Arfak, IPTU Dwi Maryanto, yang melaporkan kejadian ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari pada Jumat, 17 Mei 2025, pukul 18.45 WIT.
Tim Rescue SAR Manokwari yang dipimpin Kepala Subseksi Operasi dan Siaga, Reza Afrianto, langsung diberangkatkan pukul 19.05 WIT, dan tiba di lokasi pada Sabtu dini hari, 18 Mei, pukul 02.00 WIT.Setibanya di lokasi, tim SAR melakukan koordinasi lintas instansi di Mapolres Pegaf.
Dari hasil koordinasi, jumlah korban dipastikan sebanyak 24 orang, terdiri atas 4 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, 19 orang dalam pencarian.Dua camp pekerja tercatat terdampak langsung, dan lima camp lainnya diduga turut hanyut terbawa arus banjir.
Identitas Korban Selamat
- Fretswan Unas (33)
- Juandi Takaliumang (22)
- Yeskiel Takaliumang (34)
- Karunyak Takaliumang (44)
Alamat: Kampung Muara Prafi / Kenyum 2, Distrik Masni, Manokwari.
Korban Meninggal Dunia:
- Harun Meidodga (22)
Alamat: Kampung Sembab, Distrik Masni, Manokwari.
Korban Dalam Pencarian:
- Pit Takaliumang (45)
- George Takaliumang (55)
- Yoce Takaliumang (40)
- Bili Takaliumang (50)
- Andri Mandage (20)
- Fence Mandage (41)
- Jufri Sarenosa (±35)
- Olden Mote (±25)
- Jhon (±40)
- Jun (±25)
- Reki Mote (±30)
- Melkianus Mandacan (±30)
- Robertus Edison Nurak (±30)
- Oktovainus Petrus (23)
- Laurensius Danilson (23)
- Yan Leo (26)
- Eleven Primus Elianus (29)
- Epen (±20)
- Erik (±25)
Sebagian besar korban berasal dari Kampung Muara Prafi dan Kampung Sembab, Distrik Masni, Manokwari.Tim SAR gabungan berencana melakukan asesmen lanjutan menggunakan drone pada Minggu pagi, 19 Mei 2025, pukul 07.30 WIT, guna memetakan lokasi terdampak dan mengantisipasi potensi bencana susulan.
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Basarnas Manokwari terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan.Medan berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam operasi ini.
