KAMUNDANFM.COM, FAKFAK – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat membeberkan temuan sebuah lubang “ajaib” di area Wagom, Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak.
Sebelumnya “lubang ajaib” tersebut dipercaya oleh warga setempat menjadi tempat pembuangan sampah.
Warga percaya sampah yang dibuang ke dalam “lobang ajaib” itu bisa hilang begitu saja.
Selain itu, warga mengklaim justru keberadaan lubang “ajaib” tersebut memudahkan masyarakat dalam membuang sampah.
Namun setelah ditelisik lebih jauh oleh DPK Fakfak, nyatanya lubang tersebut mempunyai muara langsung ke area perairan Kota Fakfak.
“Berbicara terkait dengan sektor kelautan memang kewenangan kami terbatas, karena kewenangan itu, di mana kewenangan lebih ke atas itu ada di provinsi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak, La Mohdar saat diwawancarai wartawan di Fakfak, Selasa (15/7/2025).
Ia membeberkan, perairan pesisir Pulau Panjang di depan Kota Fakfak bisa dikatakan telah menjadi penampung sampah yang bermuara langsung ke laut.
“Pulau Panjang sudah menjadi tempat penampung sampah, karena dari sungai atau kali, saluran drainase semua bermuara ke Pulau Panjang, terlebih sampah plastik,” katanya.
Ia juga membeberkan terdapat sebuah lubang “ajaib” di Kelurahan Wagom, di mana digunakan warga untuk membuang sampah.
“Secara kasar mata kita bisa melihat sampah ini semua ke laut dan imbasnya ke Pulau Panjang, sehingga tentu punya pengaruh terhadap pencemaran lingkungan di lautan kita,” tandasnya.
Padahal sejatinya, ada biota laut juga yang punya ruang hidup di area perairan Pulau panjang sehingga ini harus mendapatkan perhatian dari semua komponen masyarakat Fakfak.
(*)
