KAMUNDANFM.COM, WAMENA – Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Papua Pegunungan menggelar donor darah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (16/10/2026).
Donor darah ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Selain itu, donor darah ini bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Anggota DPD RI, Arianto Kogoya, S.E menuturkan bahwa, bhakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DPD RI yang dilaksanakan di 38 provinsi.
Kegiatan tersebut, kata senator Arianto Kogoya, tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga memberikan manfaat bagi pendonor melalui pemeriksaan kesehatan awal sebelum mendonorkan darah.
“Donor darah ini sangat penting. Selain sebagai aksi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan darah, kegiatan ini juga bermanfaat bagi pendonor karena sebelum mendonorkan darah, kondisi kesehatan dan darah akan diperiksa terlebih dahulu,” ujar senator Arianto saat membuka kegiatan donor darah tersebut.
Dikatakannya, aksi donor darah di Wamena ini dinilai sangat penting mengingat kebutuhan darah di rumah sakit cukup tinggi, sementara ketersediaan stok darah masih terbatas.
Kondisi ini menjadi perhatian bersama, terlebih RSUD Wamena turut melayani pasien rujukan dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Oleh karena itu, Arianto mengajak masyarakat Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah melalui layanan donor darah yang tersedia di RSUD Wamena.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Ada banyak saudara kita yang membutuhkan darah, baik ibu hamil, korban kecelakaan, maupun pasien dengan berbagai kondisi medis yang memerlukan transfusi darah,” ajaknya.
Ia menambahkan, selain donor darah rangkaian kegiatan DPD RI di berbagai daerah juga mencakup berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti perlombaan, jalan sehat, pasar murah, dan aksi peduli lingkungan.
Target 50 Pendonor, Terbuka untuk Masyarakat Umum
Sementara itu, Ketua Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Papua Pegunungan, Ayuhyusti Ladangkang, S.IP., M.KP., menjelaskan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan agenda rutin yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-22 DPD RI sekaligus wujud nyata kepedulian lembaga terhadap kebutuhan kemanusiaan di daerah.
“Pada hari ini, kami dari Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Papua Pegunungan melaksanakan kegiatan donor darah sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT DPD RI ke-22. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah memasuki tahun kedua pelaksanaannya,” jelas Ayuhyusti.
Ia menyampaikan bahwa panitia membuka kuota bagi 50 pendonor dan mengharapkan seluruh peserta yang mendaftar dapat memenuhi persyaratan medis untuk mendonorkan darah.
Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum, khususnya warga di wilayah Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya.
Sejumlah instansi dan komunitas turut berpartisipasi, di antaranya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi, kepolisian di Papua Pegunungan, BPJS Kesehatan, Balim Running Club (BRC), Bank BNI, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dan meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan darah di wilayah Papua Pegunungan.
Kebutuhan Darah di Jayawijaya Capai 150 Kantong per Bulan
Di tempat yang sama, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayawijaya, Ludya Eruleke Logo, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Arianto Kogoya dan Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Papua Pegunungan atas pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut.
Ia mengungkapkan, bahwa kebutuhan darah di RSUD Wamena mencapai sekitar 150 kantong setiap bulan.
Tingginya kebutuhan tersebut disebabkan RSUD Wamena tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Jayawijaya, tetapi juga pasien rujukan dari sejumlah kabupaten lain di Provinsi Papua Pegunungan.
“Kebutuhan darah di RSUD Wamena sangat tinggi. Dalam satu bulan, kebutuhan darah bisa mencapai sekitar 150 kantong. Sementara itu, kami masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan tersebut karena pelayanan rumah sakit mencakup masyarakat dari beberapa kabupaten di Papua Pegunungan,” ungkap Ludya.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan stok darah masih menjadi tantangan serius. Bahkan, ketersediaan beberapa golongan darah dapat mengalami kekosongan ketika terdapat pasien yang membutuhkan transfusi dalam jumlah besar.
Menurutnya, kegiatan donor darah bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada bulan sebelumnya berhasil mengumpulkan 38 kantong darah. Namun, persediaan tersebut habis dalam waktu kurang dari dua minggu.
“Kemarin kami mendapatkan 38 kantong darah melalui kegiatan donor darah bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Akan tetapi, stok tersebut tidak sampai dua minggu sudah habis karena tingginya kebutuhan pasien,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PMI Kabupaten Jayawijaya terus membangun kerja sama dengan berbagai instansi, pemerintah daerah dan gereja.
PMI juga melakukan kegiatan donor darah secara terjadwal, termasuk di gereja-gereja yang berada di dalam maupun di pinggiran Kota Wamena.
Selain itu, PMI memanfaatkan data pendonor berdasarkan golongan darah untuk menghubungi calon pendonor ketika terdapat kebutuhan darah tertentu.
PMI Ajak Masyarakat Rutin Berdonor Darah
Ludya menegaskan, bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan stok darah dan membantu pasien yang memerlukan transfusi.
Ia mengingatkan, bahwa donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunggu adanya anggota keluarga yang membutuhkan darah untuk mulai berpartisipasi.
“Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Kami sering menggunakan moto, ‘Tangan Anda Berdonor, Detak Jantung Mereka Berdetak.’ Artinya, setetes darah yang kita sumbangkan dapat memberikan harapan hidup bagi orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengajak, masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk mendonorkan darah secara rutin sesuai persyaratan kesehatan dan interval donor yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, DPD RI bersama PMI Kabupaten Jayawijaya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di RSUD Wamena.
Aksi donor darah tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan HUT DPD RI, tetapi dapat menjadi gerakan kemanusiaan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan.
(RED)
