Manokwari, Kamundanfm.com – Warga Manokwari mulai merasakan perubahan aktivitas ekonomi dan tingkat keramaian di sejumlah kawasan kota. Jika beberapa tahun lalu kawasan Sanggeng dan Pertokoan M dikenal sebagai pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat, kini perhatian warga dan pelaku usaha dinilai mulai bergeser ke kawasan Wosi hingga Sowi yang dianggap lebih ramai dan berkembang.
Sejumlah warga menilai faktor keamanan menjadi salah satu penyebab berkurangnya aktivitas ekonomi di Sanggeng. Tingginya angka kriminalitas dan rasa tidak aman disebut membuat sebagian pedagang maupun pembeli memilih beraktivitas di kawasan lain yang dianggap lebih kondusif.
Ibu Nurul (49), seorang pedagang di Pasar Sanggeng, mengatakan jumlah pengunjung yang datang ke pasar mengalami penurunan meskipun fasilitas pasar telah diperbaiki oleh pemerintah.
“Banyak pembeli mengeluh. Mereka bilang kalau keluar masuk pasar harus bayar parkir, lalu merasa kurang aman,” ujar Nurul saat ditemui, Minggu (1/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan pedagang. Biasanya pada awal bulan, para pedagang memperoleh peningkatan penjualan karena masyarakat menerima gaji dan mulai berbelanja kebutuhan rumah tangga. Namun, situasi berbeda dirasakan pada tahun ini.
“Kalau biasanya awal bulan seperti ini pedagang panen pembeli, sekarang pendapatan justru berkurang. Mungkin karena tidak ada pos pengamanan yang aktif di sekitar pasar,” katanya.
Meski demikian, tidak semua pedagang merasakan kondisi yang sama. Ania (25), pedagang nasi kuning di kawasan tersebut, mengaku dirinya masih merasa aman saat berjualan, termasuk pada malam hari.
“Kami sebagai pedagang merasa aman-aman saja. Tetapi mungkin pembeli yang merasa tidak aman karena ada kejadian pemalakan yang dilakukan sejumlah orang,” ujarnya.
Menurut Ania, persepsi masyarakat terhadap keamanan sangat mempengaruhi minat mereka untuk datang berbelanja. Akibatnya, sebagian warga memilih berbelanja di kawasan lain yang dianggap lebih nyaman.
Hal senada disampaikan Yosep (45), warga Brawijaya, yang mengaku lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Wosi meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh dari tempat tinggalnya.
“Kalau beli sayur dan kebutuhan lain saya lebih pilih ke Pasar Wosi karena merasa lebih aman,” kata Yosep.
Sementara itu, Wilma (25) juga mengaku memilih berbelanja kebutuhan pokok di Wosi karena suasana yang dinilai lebih tertib dan nyaman.
“Kalau di Wosi tidak banyak orang mabuk dan lebih aman kalau kita bawa uang di kantong. Kalau di Sanggeng banyak pemalangan juga masih banyak tangan-tangan nakal,” ujarnya.
Perubahan preferensi masyarakat tersebut dinilai turut berdampak pada tingkat keramaian di kawasan Sanggeng. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pertokoan, pusat layanan, hingga usaha baru terlihat lebih banyak berkembang di kawasan Wosi dan sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran pusat aktivitas ekonomi masyarakat Manokwari yang sebelumnya terpusat di Sanggeng.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan Sanggeng agar aktivitas ekonomi kembali tumbuh dan masyarakat merasa nyaman untuk berbelanja maupun menjalankan usaha.
Dengan meningkatnya rasa aman, warga optimistis kawasan Sanggeng dapat kembali menjadi salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di Kota Manokwari seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
