Bupati Fakfak Samaun Dahlan. (FOTO//ARA)
KAMUNDANFM.COM, FAKFAK – Bupati Fakfak Samaun Dahlan membagikan kisah inspiratif saat dirinya masih sekolah.
Hal ini Samaun Dahlan sampaikan saat pembagian seragam gratis di SMA Santo Donbosco-Marsudirin Fakfak, Kamis (2/10/2025).
“Anak-anak ku bapak sedikit bercerita, mungkin anak-anak saat ini bersekolah tetapi orang tua di rumah berpikir saat malam hari soal biaya kebutuhan sekolah dan lainnya,” katanya.
Samaun Dahlan menuturkan, ia harus berjalan kaki 8 kilometer ke sekolahnya.
Apabila hujan turun, daun pisang menjadi payung untuk melindungi dirinya agar tak basah.
“Dari rumah ke sekolah jaraknya 8 Km. Sehingga kalau total pulang pergi 16 km yang saya tempuh,” ujarnya.
Tak hanya itu, kala itu seragam sekolah yang dimilikinya hanya satu, sehingga Samaun harus menyucinya tiap dua hari agar terlihat bersih dan rapih.
“Pakaian yang dimilikinya bahkan kala itu hanya satu biji saja hingga sepatu selama sekolah dari kelas 1,2 dan 3 yang dimiliki cuma sepasang,” tuturnya.
“Jadi kalau hujan kita masukkan baju sekolah di dalam kantong plastik lalu jalan pakai daun pisang supaya tidak basah, karena tidak ada payung,” tambahnya.
Samaun menuturkan, dengan perjuangan tersebut ia memiliki mental yang tangguh.
Ia juga berpesan, murid SMA Santo Don Bosco Fakfak-Marsudirini tidak boleh sombong jika ingin sukses.
“Hari ini, adik-adik kalian mesti bersyukur ke sekolah mungkin ada yang naik ojek atau disiapkan kendaraan dengan orangtua, bahkan antar pakai mobil tetapi tidak boleh puas dengan hal-hal semacam itu,” pesannya.
Lanjut Samaun, tak kalah pentingnya juga untuk tahu cara menghargai sesama manusia.
Di era kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati (Wabup) Donatus Nimbitkendik, telah meluncurkan program pendidikan gratis.
Program tersebut menyasar ke semua pelajar tanpa memandang kaya dan miskin.
Adapun progam tersebut berupa pembebasan biaya pendidikan dan penyediaan pakaian seragam sekolah gratis.
Hal itu, sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak dalam menciptakan akses pendidikan yang inklusif, berkeadilan dan merata bagi seluruh anak di Tanah Mbaham Matta.
“Program ini hadir untuk meringankan beban ekonomi keluarga, sekaligus mendorong semangat belajar peserta didik di Fakfak. Itu tekad saya,” jelas Bupati Samaun Dahlan.
Ia menegaskan, pendidikan adalah hak setiap anak di Kabupaten Fakfak Papua Barat.
“Untuk itu, tugas kita sebagai pemerintah adalah memastikan tidak ada anak di Fakfak yang terhalang bersekolah hanya karena persoalan biaya,” ucapnya.
Program unggulan di bawah kepemimpinannya ini mencakup pembebasan biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri maupun swasta tingkat PAUD/TK, SD, SMP dan SMA.
(ARA//ALL)
