"Di sisi lain kita bicara pendidikan berkualitas dan Indonesia emas, sementara masalah sosial seperti narkoba dan HIV terus tumbuh di sekitar kita," ujarnya

KAMUNDANFM.COM, JAYAPURA – Anggota Komite III DPD RI, Arianto Kogoya kunjungan kerja ke BNN Papua, Selasa (9/9/2025).

Kunker tersebut bagian dari pengawasan terhadap program-program yang dijalankan oleh BNN.

“Dari hasil kunker itu, kami temukan banyak kendala yang dihadapi BNN Papua. Seperti minimnya anggaran fasilitas, SDM dan lainnya. Sehingga pelayanan ke masyarakat kurang maksimal,” ungkap Bung AK sapaan akrabnya dalam siaran pers, Rabu (10/9/2025).

Arianto menuturkan, penanggulangan narkoba merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program itu terdapat di poin keenam Asta Cita.

Artinya sambung Senator Arianto Kogoya, penanggulangan narkoba harus menjadi perhatian semua pihak terlebih khusus BNN pusat dan sejumlah stakeholder.

“Papua ini memiliki luas wilayah yang besar dan tingkat kesulitannya pun besar. Maka, sudah sewajarnya mendapatkan dukungan dana yang cukup,” tuturnya.

Lanjut Arianto Kogoya, sebagai anak Papua dirinya merasa miris dengan situasi narkoba saat ini.

“Di sisi lain kita bicara pendidikan berkualitas dan Indonesia emas, sementara masalah sosial seperti narkoba dan HIV terus tumbuh di sekitar kita,” ujarnya.

Senator Arianto Kogoya menilai, sejauh ini apa yang dilakukan BNNP sudah baik.

Hanya saja, perlu dukungan pendanaan, dan sarana sehingga pelayanan ke masyarakat dapat berjalan maksimal.

“Kami akan menyurati BNN nasional dalam waktu dekat,” bebernya.

Arianto pun meminta, provinsi baru di Papua mendorong pembentukan BNN baik di level provinsi maupun kabupaten/kota.

(RED//ALL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *